Mimpi berlibur di kota air bagian 1
Kali ini saya tidak bercerita mimpi buruk. Karena semalam saya tidak mimpi buruk. Bisa dikatakan unik. Di mimpi ini saya berlibur bersama teman-teman kuliah dulu dalam rangka acara malam keakraban. Acara bertempat di kota air. Saya tidak tahu nama tempatnya, tidak ada di dalam dunia nyata. Oleh karena itu saya beri nama kota air.
Kenapa saya beri nama kota air? Karena kota ini mengingatkan saya pada kota Amsterdam dan Venesia. Kota yang tidak banyak memiliki jalan aspal, tetapi banyak memiliki kanal. Kanal-kanal sebagai jalur transportasi utama. Tapi ada sesuatu yang unik dari kota ini. Perairan di kota ini, sangatlah jernih. Sehingga dasar perairan dapat terlihat dari atas. Dan terumbu karang sangat banyak dengan aneka ragam ikan yang hidup di kanal-kanal juga pada bagian lautnya. Mengingatkan saya pada perairan di Bunaken, Banda, dan Kepulauan Raja Ampat.
Jadi bisa dikatakan kota ini adalah gabungan keindahan bawah laut Indonesia dengan arsitektur kota Amsterdam dan Venesia. Kejernihan air di kota ini seakan mengajak orang-orang untuk melompat ke bawah. Bahkan di mimpi ini, ketika sudah dekat dengan tujuan saya melompat dari perahu dan berenang dan bermain-main perairan kota ini. Seakan saya terhipnotis oleh keindahan bawah lautnya.
Di hotel tempat saya dan teman-teman menginap memiliki pemandangan yang luar biasa. Hotel ini memiliki area kanal sendiri dan bagian laut yang tidak boleh dilewati oleh kendaraan air. Sehingga pengunjung dapat berenang dan menyelam dengan bebas tanpa ada gangguan dari kendaraan air.
Saya dan teman-teman saya bermain-main pada area tersebut. Melompat beramai-ramai ke laut dangkal. Berenang dan menyelam melihat-lihat keindahan terumbu karang dan aneka ragam ikan. Dan juga tidak lupa foto-foto. Baik di atas maupun di bawah laut.
Setelah menghabiskan waktu bersama teman-teman, saya memutuskan untuk menyewa sebuah speedboat untuk berkeliling di kota ini. Saya menikmati pemandangan kota ini. Yang unik dari kota ini adalah, perahu dan kapal tampak melayang, karena air yang sangat jernih membuat kapal dan perahu seolah-olah melayang. Seperti halnya Venesia, tidak ada mobil dan motor di kota ini. Mobil dan motor hanya terlihat di daratan utama di pinggir kota ini. Perahu dan kapal kecil benar-benar menjadi transportasi utama. Kemapanan orang dapat dilihat dari seberapa mewah perahu atau kapal yang mereka miliki.
Sesekali waktu saya berhenti dan menepi, dan saya melompat ke laut. Sebagian besar mimpi ini saya habiskan berenang dan menyelam untuk menikmati keindahan bawah laut. Mungkin mimpi ini merupakan gambaran Atlantis bagi saya. Sebuah kota mitos, yang konon dipercaya berada di Indonesia. Mungkin seperti inilah jika Atlantis benar-benar berada di Indonesia dan tidak tenggelam.
Lalu, orang seperti apakah saya di mimpi ini? Selanjutnya di "Mimpi berlibur di kota air bagian 2" saya akan bercerita mengenai diri saya, dan hal-hal lainnya di luar kota air ini.
Komentar