Teman Imajinasi/Khayalan
Terkadang aku berpikir, bagaimana jika sebenarnya setiap orang memiliki teman imajinasi? Jika kita baca-baca artikel tentang teman imajinasi, banyak anak-anak mengakui bahwa teman imajinasinya memang tidak nyata. Secara sadar mereka mengetahui itu.
Namun bagaimana jika
ada orang yang tidak sadar memiliki teman imajinasi?
Bukan dalam konteks
normal dia tidak mengakui adanya teman imajinasi. Biasanya ketika ada seseorang
yang tidak mengakui bahwa temannya hanyalah khayalan ketika dia bercerita
memiliki teman namun orang lain tidak melihatnya.
Lalu bagaimana jika
dia tidak pernah bercerita kepada siapa pun bahwa dia punya teman. Dan juga dia
tidak memiliki hubungan yang erat dengan teman imajinasinya. Misal, dia hanya
bertemu dengan teman imajinasi selama perjalanan pulang sekolah, menjadi
penumpang angkutan umum. Dan suatu ketika dia tidak bertemu lagi.
Sehingga dia tidak
pernah menyadari jika dia memiliki teman imajinasi hingga dia dewasa. Bagaimana
jika kita mengalami hal seperti itu?
Teman yang sekedar
teman, atau orang yang sering kita jumpai di jalan adalah teman imajinasi kita?
Atau bagaimana jika orang yang sering kita temui di dunia mimpi namun tidak
pernah di dunia nyata, adalah teman imajinasi kita di masa lampau.
Mungkinkah? Terkadang
itu yang kupikirkan. Semua adalah imajinasi, dan kita semua memilikinya. Tanpa terkecuali.
Komentar